Surabaya-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan pentingnya pemanfaatan bersama sumber daya pendidikan tinggi, khususnya laboratorium dan peralatan riset, agar utilisasinya semakin optimal. Menteri Brian juga mendorong kolaborasi antarkampus, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Menurutnya, praktik berbagi sumber daya telah menjadi hal lazim di berbagai negara dan perlu terus diperkuat di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Brian saat meresmikan Menara Wimaya (Twin Tower) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Senin (27/1).
Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Mendiktisaintek ke UPN Veteran Jawa Timur sekaligus bentuk apresiasi atas upaya kampus dalam membangun fasilitas pendidikan tinggi secara mandiri dan berkelanjutan. Mendiktisaintek menilai pembangunan gedung tersebut merupakan capaian penting bagi insan pendidikan tinggi, sekaligus mencerminkan semangat kolegialitas dan kebersamaan antarkampus.
“Gedungnya memang ada di sini, tetapi fasilitas dan laboratoriumnya tentu bisa dimanfaatkan juga oleh kampus-kampus lain. Riset dan pengajaran bisa kita lakukan bersama-sama,” ujar Menteri Brian.
Sejalan dengan itu, Mendiktisaintek juga mendorong pengembangan bahan ajar daring berbasis video yang dapat diakses secara luas. Sebagai salah satu implementasi dari praktik perguruan tinggi kelas dunia yang membuka materi pembelajaran kepada masyarakat global sebagai bagian dari kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
“Dosen-dosen terbaik bisa membagikan ilmunya ke seluas-luasnya masyarakat, dan kampus-kampus di berbagai daerah dapat memanfaatkannya,” ujar Menteri Brian.
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek turut menekankan bahwa keunggulan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemegahan infrastruktur, tetapi terutama oleh lingkungan kampus yang tertata, bersih, rapi, dan memberikan layanan prima. Lingkungan yang excellent dinilai penting dalam membentuk karakter, etos kerja, dan integritas mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia unggul.
“Mahasiswa belajar karakter bukan hanya dari teori, tetapi dari keseharian. Dari transparansi, objektivitas, dan keteraturan yang mereka lihat setiap hari di kampus,” tegas Menteri Brian.
Menteri Brian juga mengingatkan peran strategis dosen dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, termasuk konsistensi dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah, mendorong agar dosen tetap menjaga produktivitas akademik seiring dengan pelaksanaan tugas pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Mendiktisaintek menitipkan harapan agar UPN Veteran Jawa Timur dan perguruan tinggi lainnya terus membangun kampus sebagai ruang integritas dan keunggulan, sehingga mampu melahirkan lulusan yang berkarakter, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai penggerak transformasi sumber daya manusia Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






