Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Industri Nasional Berbasis Sains

Kabar

05 March 2026 | 12.15 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Transformasi Industri Nasional Berbasis Sains

Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi, dan ekosistem riset nasional untuk mendukung agenda transformasi industri. 

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menerima audiensi Bank Indonesia Institute di Jakarta, Kamis (5/3). 

Mendiktisaintek menuturkan pentingnya integrasi antara sains, teknologi, dan kebutuhan pasar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menteri Brian juga menyampaikan bahwa industrialisasi berbasis sains dan teknologi, merupakan kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

“Kita harus berani menguji dan mendorong kemajuan yang tidak linear melalui penguatan industri berbasis sains dan teknologi. Industrialisasi tidak boleh berjalan biasa saja, karena potensinya bisa tumbuh secara eksponensial. Jika kita ingin benar-benar lepas dari berbagai keterbatasan struktural, maka lompatan yang kita lakukan juga harus bersifat tidak linear,” tegas Menteri Brian. 

Tantangan klasik yang disoroti dan dikenal sebagai valley of death, yakni kesenjangan antara hasil riset di perguruan tinggi dan tahap komersialisasi di sektor industri, bahwa masih banyak produk riset yang belum mampu bertahan hingga masuk ke tahap industrialisasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kajian keekonomian harus berada di tahap awal ketika berbicara tentang hilirisasi, bukan setelah produk selesai dikembangkan.

Menanggapi Mendiktisaintek, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida Budiman menyampaikan bahwa Bank Indonesia Institute memiliki peran untuk mendukung riset yang relevan dengan kebijakan ekonomi nasional dan kolaborasi dengan pemerintah, termasuk dalam pengembangan model hilirisasi mineral. 

“Kami memiliki berbagai peluang riset, baik yang dilakukan bersama Kemdiktisaintek maupun riset tren (trend research), yang dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi kebijakan dan inovasi ekonomi,” jelas Deputi Aida. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat landasan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus meningkatkan relevansi riset nasional.

Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya peningkatan kontribusi sektor industri dalam pendanaan riset. Upaya pemerintah mendorong terciptanya mekanisme yang mampu menarik partisipasi industri dalam mendanai dan memanfaatkan hasil riset perguruan tinggi. Melalui kolaborasi strategis lintas sektor, Kemdiktisaintek optimis bahwa sains dan teknologi Indonesia dapat menjadi motor utama transformasi ekonomi nasional. 

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang