close

Inovasi Mahasiswa KKN Unila: Diversifikasi Olahan Beras Jadi Susu dan Digitalisasi Pemasaran

Mahasiswa KKN Universitas Lampung melakukan diversifikasi pada olahan beras menjadi susu, serta adakan pemaparan materi mengenai digitalisasi pemasaran, Rabu 5 Februari 2025 di Desa Sukamaju, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan.

Acara berlangsung di GSG Desa Sukamaju dengan dihadiri para ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan warga setempat. Para ibu PKK menjadi target dalam program ini karena memliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga sekaligus berpotensi menjadi pelaku usaha rumahan.

Selain itu, program kerja ini dilakukan karena Desa Sukamaju memiliki hasil panen beras yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi sehari-hari atau dijual dalam bentuk mentah dan beras juga memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi produk alternatif yang lebih inovatif.

“Susu beras menjadi alternatif sehat bagi masyarakat dengan intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi, serta rendah lemak dan kolesterol, sehingga cocok untuk gaya hidup sehat,” ujar Titis.

Saat pelaksanaanya, program ini dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama dilakukan presentasi secara langsung mengenai manfaat diversifikasi produk beras, potensi pasar susu beras, serta strategi digitalisasi pemasaran.

Baca Juga :  Modal Nekat, Berikut Kunci Jadi Peternak Kelas Pengusaha Ala Alumnus IPB University

Kemudian, tahap yang kedua demonstrasi pembuatan susu beras secara langsung, mulai dari proses pengolahan hingga pengemasan yang baik dan higienis agar produk memiliki daya tarik dan ketahanan lebih lama.

Kedua program kerja ini dinilai berkesinambungan karena digitalisasi pemasaran penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas jangkauan penjualan.

Produk lokal seperti susu beras ini dapat berkembang menjadi sumber pendapatan bagi warga desa melalui pemasaran secara digital, sehingga produk tersebut dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas jangkauan pasar.

Dengan begitu banyak manfaat yang didapat, tetapi dalam prosesnya produksi susu beras memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari ketahanan produk, cita rasa, hingga penerimaan pasar. Dari segi ketahanan, susu beras memiliki masa simpan selama 1–3 hari dalam lemari es. Dari segi cita rasa, susu beras cenderung lebih ringan dibandingkan susu sapi.

Baca Juga :  Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Mahasiswa KKN Unila Olah Limbah Durian dan Gulma Menjadi Solusi

Dari segi penerimaan pasar juga perlu diperhatikan, karena tidak semua masyarakat familiar dengan susu beras, sehingga edukasi dan promosi yang tepat sangat penting agar produk ini bisa diterima dan bertahan jangka panjang di pasaran.

Masyarakat memberikan respon yang sangat positif terhadap program ini, terkhusus para ibu PKK. Masyarakat juga merasa wawasan baru yang didapatkan menjadi peluang bagi mereka untuk menjangkau pasar lebih luas, sehingga mampu meningkatkan nilai penjualan beras sebagai komoditas utama Desa Sukamaju.

Mahasiswa KKN Unila berharap program ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan terutama dalam inovasi pengolahan hasil pertanian, serta dapat membantu para pelaku usaha lokal memperluas jangkauan pasar melalui pemasaran secara digital. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan perekonomian desa dapat tumbuh secara berkelanjutan, menciptakan kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sukamaju.