close

Sesditjen Dikti Ajak Pendidikan Tinggi Vokasi Bersih dari Korupsi

Jakarta–Zona integritas (ZI) menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan tata kelola yang baik di perguruan tinggi vokasi (6/3).

Tata kelola pendidikan yang bersih dari korupsi penting untuk mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas dan menghasilkan lulusan siap kerja. Dalam rangka mewujudkannya,, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Bimbingan Teknis Pelaksanaan Zona Integritas (ZI) di lingkungan perguruan tinggi negeri vokasi.

Sesditjen Dikti, Aisyah Endah Palupi menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam membangun lingkungan birokrasi yang berintegritas.

“Zona integritas adalah instrumen penting dalam reformasi birokrasi yang mengarahkan institusi publik untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi. Ini adalah langkah nyata kita dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

ZI termasuk program prioritas pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo, yang fokus pada reformasi politik, hukum, birokrasi, serta penguatan pencegahan korupsi. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan publik dengan menciptakan birokrasi yang transparan dan akuntabel, mewujudkan pemerintahan yang bersih melalui pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), peningkatan layanan publik, dan mengoptimalkan efektivitas birokrasi dengan prinsip keadilan dalam pengelolaan anggaran serta pengambilan keputusan. Selain itu ZI mendorong reformasi birokrasi untuk menciptakan sistem kerja yang lebih transparan dan profesional.

Sesditjen Dikti berharap ZI bisa menjadi benteng dan terhindar dari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip good governance.

Baca Juga :  Canangkan Zona Integritas, Wujudkan Layanan Pendidikan Tinggi yang Profesional dan Berintegritas

“Dengan adanya ZI, diharapkan unit kerja di mana bapak dan ibu berada, mengabdi pada negara, dapat menjadi lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Pada bagian lain, Kepala Bagian Transformasi Organisasi Kemdiktisaintek, Widodo Budi Siswanto memaparkan pentingnya reformasi birokrasi sebagai landasan utama pembangunan Zona Integritas. Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi memiliki dua aspek utama, yaitu reformasi Birokrasi General yang berfokus pada tata kelola internal unit kerja, serta reformasi birokrasi tematik yang menargetkan penyelesaian isu-isu prioritas nasional, seperti transformasi digital dan peningkatan investasi.

Dalam upaya membangun zona integritas, Widodo menegaskan pentingnya enam area perubahan yang menjadi pilar dalam implementasi kebijakan ini. Yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan sistem SDM, akuntabilitas kinerja, pengawasan internal,  serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Enam area ini bukan hanya teori, tetapi langkah konkret yang harus kita jalankan bersama,” tegas Widodo.

Berprestasi di Tengah Tantangan

Dalam perjalanan menuju ZI, Widodo mengungkapkan ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya resistensi perubahan, di mana masih banyak pegawai yang nyaman dengan budaya kerja lama dan enggan beradaptasi dengan sistem baru.

Tantangan lainnya adalah keterbatasan yeknologi, di mana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal dalam mendukung transparansi dan efisiensi birokrasi. Widodo tetap optimis bahwa tantangan ini dapat diatasi dengan fokus pada tiga sasaran utama, yaitu integritas, peningkatan pelayanan publik, dan optimalisasi kinerja. Komitmen pimpinan menjadi faktor krusial. Dengan dukungan penuh pimpinan, akan menyukseskan pelaksanaan ZI.

Baca Juga :  Mendikbudristek dan Menkes Menandatangani SKB Peningkatan Kuota Program Kedokteran dan Dokter Spesialis melalui Sistem Kesehatan Akademik

Kemdiktisaintek juga mengapresiasi beberapa Perguruan TInggi Negeri (PTN) yang telah sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Pada tahun 2021, beberapa program studi di Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri Bandung (Polban), dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI berhasil meraih predikat ini. Sementara itu, pada periode 2023-2024, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV juga mengikuti jejak sukses tersebut.

“Ini bukti bahwa Zona Integritas bukan sekadar wacana, tetapi dapat diwujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujar Widodo.

Sebagai bentuk inovasi dalam mendukung transparansi dan efisiensi birokrasi, Kemdiktisaintek menggunakan Aplikasi Inspirasidikti. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pelaporan, pengawasan, dan optimalisasi kinerja birokrasi. Selain itu, Inspirasidikti juga memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam proses pelayanan publik, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekSigapMelayani
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif